Translate

4 KELAINAN & PENYAKIT PADA SISTEM REGULASI DENGAN CARA PENGOBATAN SERTA ALAT BANTU YANG DIGUNAKAN


1. Meningitis




Penyakit Meningitis merupakan penyakit yang menyerang meninges, yaitu membrane atau selaput yang melapisi otak (brain) dan syaraf tunjang (spinal cord). Meningitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau mikroorganisme lain, dan sedikit sekali yang sebabkan oleh obat-obatan. Bagi yang belum mengetahui apa sih penyakit mangitis dan mengapa para jamaah haji harus melakoni vaksinasi penyakit ini, berikut ini beberpa artikel yang berkaitan dengan mangitis ini


Pasien yang diduga mengalami Meningitis haruslah dilakukan suatu pemeriksaan yang akurat, baik itu disebabkan virus, bakteri ataupun jamur. Hal ini diperlukan untuk spesifikasi pengobatannya, karena masing-masing akan mendapatkan therapy sesuai penyebabnya.

Penyebab Penyakit Meningitis

Meningitis yang disebabkan oleh virus umumnya tidak berbahaya, akan pulih tanpa pengobatan dan perawatan yang spesifik. Namun Meningitis disebabkan oleh bakteri bisa mengakibatkan kondisi serius, misalnya kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, bahkan bisa menyebabkan kematian. Sedangkan Meningitis disebabkan oleh jamur sangat jarang, jenis ini umumnya diderita orang yang mengalami kerusakan immun (daya tahan tubuh) seperti pada penderita AIDS.

Bakteri yang dapat mengakibatkan serangan meningitis diantaranya :
1. Streptococcus pneumoniae (pneumococcus).
Bakteri ini yang paling umum menyebabkan meningitis pada bayi ataupun anak-anak. Jenis bakteri ini juga yang bisa menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung (sinus).

2 Neisseria meningitidis (meningococcus).
Bakteri ini merupakan penyebab kedua terbanyak setelah Streptococcus pneumoniae, Meningitis terjadi akibat adanya infeksi pada saluran nafas bagian atas yang kemudian bakterinya masuk kedalam peredaran darah.

3 Haemophilus influenzae (haemophilus).
Haemophilus influenzae type b (Hib) adalah jenis bakteri yang juga dapat menyebabkan meningitis. Jenis virus ini sebagai penyebabnya infeksi pernafasan bagian atas, telinga bagian dalam dan sinusitis. Pemberian vaksin (Hib vaccine) telah membuktikan terjadinya angka penurunan pada kasus meningitis yang disebabkan bakteri jenis ini.

4 Listeria monocytogenes (listeria).
Ini merupakan salah satu jenis bakteri yang juga bisa menyebabkan meningitis. Bakteri ini dapat ditemukan dibanyak tempat, dalam debu dan dalam makanan yang terkontaminasi. Makanan ini biasanya yang berjenis keju, hot dog dan daging sandwich yang mana bakteri ini berasal dari hewan lokal (peliharaan).

5 Bakteri lainnya yang juga dapat menyebabkan meningitis adalah Staphylococcus aureus dan Mycobacterium tuberculosis.

Tanda dan Gejala Penyakit Meningitis

Gejala yang khas dan umum ditampakkan oleh penderita meningitis diatas umur 2 tahun adalah demam, sakit kepala dan kekakuan otot leher yang berlangsung berjam-jam atau dirasakan sampai 2 hari. Tanda dan gejala lainnya adalah photophobia (takut/menghindari sorotan cahaya terang), phonophobia (takut/terganggu dengan suara yang keras), mual, muntah, sering tampak kebingungan, kesusahan untuk bangun dari tidur, bahkan tak sadarkan diri.
Pada bayi gejala dan tanda penyakit meningitis mungkin sangatlah sulit diketahui, namun umumnya bayi akan tampak lemah dan pendiam (tidak aktif), gemetaran, muntah dan enggan menyusui.

Penanganan dan Pengobatan Penyakit Meningitis

Apabila ada tanda-tanda dan gejala seperti di atas, maka secepatnya penderita dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pelayan kesehatan yang intensif. Pemeriksaan fisik, pemeriksaan labratorium yang meliputi test darah (elektrolite, fungsi hati dan ginjal, serta darah lengkap), dan pemeriksaan X-ray (rontgen) paru akan membantu tim dokter dalam mendiagnosa penyakit. Sedangkan pemeriksaan yang sangat penting apabila penderita telah diduga meningitis adalah pemeriksaan Lumbar puncture (pemeriksaan cairan selaput otak).

Jika berdasarkan pemeriksaan penderita didiagnosa sebagai meningitis, maka pemberian antibiotik secara Infus (intravenous) adalah langkah yang baik untuk menjamin kesembuhan serta mengurang atau menghindari resiko komplikasi. Antibiotik yang diberikan kepada penderita tergantung dari jenis bakteri yang ditemukan.

Adapun beberapa antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis antara lain Cephalosporin (ceftriaxone atau cefotaxime). Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes akan diberikan Ampicillin, Vancomycin dan Carbapenem (meropenem), Chloramphenicol atau Ceftriaxone.

Treatment atau therapy lainnya adalah yang mengarah kepada gejala yang timbul, misalnya sakit kepala dan demam (paracetamol), shock dan kejang (diazepam) dan lain sebagainya.

Pencegahan Tertularnya Penyakit Meningitis

Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman, sharing makan 1 sendok, pemakaian sikat gigi bersama dan merokok bergantian dalam satu batangnya. Maka bagi anda yang mengetahui rekan atau disekeliling ada yang mengalami meningitis jenis ini haruslah berhati-hati. Mancuci tangan yang bersih sebelum makan dan setelah ketoilet umum, memegang hewan peliharaan. Menjaga stamina (daya tahan) tubuh dengan makan bergizi dan berolahraga yang teratur adalah sangat baik menghindari berbagai macam penyakit.

Pemberian Imunisasi vaksin (vaccine) Meningitis merupakan tindakan yang tepat terutama didaerah yang diketahui rentan terkena wabah meningitis, adapun vaccine yang telah dikenal sebagai pencegahan terhadap meningitis diantaranya adalah ;


·      Haemophilus influenzae type b (Hib)
·      Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7)
·      Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV)
·      Meningococcal conjugate vaccine (MCV4)

2. Penyakit Parkinson








Salah satu macam penyakit yang di sebabkan karena adanya gangguan pada otak,khususnya pada sistem saraf pusat otak manusia mengalami kemunduran adalah yang di maksud dengan Parkinson.Parkinson hampir terjadi di seluruh dunia, jumlah penderita antara pria dan wanita seimbang. 5 – 10 % orang yang terjangkit penyakit parkinson,Menurut keterangan dr Hardhi Pranata, SpS MARS, gejala parkinson meliputi tremor-getaran pada anggota gerak, gerakan menjadi lamban dan rigiditas (kaku) otot. Penderita terlihat bergetar tangan atau kakinya, jalannya lambat, langkah pendek dan kaku.
Jenis Penyakit Parkinson
1.    Penyakit parkinson primer terjadi karena produksi dopamine rendah yang tidak diketahui penyebabnya.
2.    Penyakit parkinson sekunder disebabkan faktor dari luar. Misalnya, asupan obat-obat antihipertensi, antiaritmia, jantung, antimuntah, atau obat gangguan jiwa. Selain itu keracunan akibat zat-zat polutan seperti karbon monoksida, sianida, karbon disulfida, pestisida, dan herbisida bisa merusak sel saraf yang memproduksi dopamine. Infeksi virus, trauma kepala, dan stroke juga bisa menimbulkan parkinson. Pada umumnya penyakit parkinson menyerang pasien usia lanjut akibat proses degeneratif.
FAKTOR PENYEBAB PARKINSON
·         Keturunan
·         Toksin / Racun
·         Kepala terluka / Trauma Kepala
·         Penyebab obat
GEJALA UMUM TERJADINYA PARKINSON
1.    Gemetaran.Seseorang penderita penyakit parkinson pada saat beristirahat atau tidak melakukan aktivitas akan mengalami gemetaran. Gemetaran yang timbul dapat terjadi pada tangan, kaki, rahang, atau kapala.
2.    Kekakuan.Penderita akan mengalami rasa kaku pada otot, rasa sakit pada bahu, leher, dan sendi-sendi sehingga sulit untuk bergerak.
3.    Hilangnya reflek postural.Penderita akan mengalami ganguan keseimbangan tubuh.
4.    Kebekuan.Gejala ini mengacu terhadap ketidakmampuan untuk melakukan pergerakan yang aktif. Ketika akan berjalan, memutar, berjalan melalui jalan yang sempit penderita akan sulit utuk melakukannya.
5.    Gejala nonmotor (tidak berhubungan dengan pergerakan). Gejala ini juga timbul pada penderita penyakit parkinson antar lain penderita merasakan sakit seperti terbakar, perasaan geli, hilangnya motivasi, susah tidur, ataupun merasakan tekanan. Kebanyakan gejala ini akan memperparah penderita penyakit parkinson.

PENGOBATAN:

Penyakit Parkinson bisa diobati dengan berbagai obat, seperti levodopa, bromokriptin, pergolid, selegilin, antikolinergik (benztropin atau triheksifenidil), antihistamin, anti depresi, propanolol dan amantadin. Tidak satupun dari obat-obat tersebut yang menyembuhkan penyakit atau menghentikan perkembangannya, tetapi obat-obat tersebut menyebabkan penderita lebih mudah melakukan suatu gerakan dan memperpanjang harapan hidup penderita.
Di dalam otak levodopa diubah menjadi dopamin. Obat ini mengurangi tremor dan kekakuan otot dan memperbaiki gerakan. Penderita Parkinson ringan bisa kembali menjalani aktivitasnya secara normal dan penderita yang sebelumnya terbaring di tempat tidur menjadi kembali mandiri.
Pengobatan dasar untuk Parkinson adalah levodopa-karbidopa. Penambahan karbidopa dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas levodopa di dalam otak dan untuk mengurangi efek levodopa yang tidak diinginkan di luar otak. Mengkonsumsi levodopa selama bertahun-tahun bisa menyebabkan timbulnya gerakan lidah dan bibir yang tidak dikehendakik, wajah menyeringai, kepala mengangguk-angguk dan lengan serta tungkai berputar-putar. Beberapa ahli percaya bahwa menambahkan atau mengganti levodopa dengan bromokriptin selama tahun-tahun pertama pengobatan bisa menunda munculnya gerakan-gerakan yang tidak dikehendaki.
Sel-sel saraf penghasil dopamin dari jaringan janin manusia yang dicangkokkan ke dalam otak penderita Parkinson bisa memperbaiki kelainan kimia tetapi belum cukup data mengenai tindakan ini.
Untuk mempertahankan mobilitasnya, penderita dianjurkan untuk tetap melakukan kegiatan sehari-harinya sebanyak mungkin dan mengikuti program latihan secara rutin. Terapi fisik dan pemakaian alat bantu mekanik (misalnya kursi roda) bisa membantu penderita tetap mandiri.
Makanan kaya serat bisa membantu mengatasi sembelit akibat kurangnya aktivitas, dehidrasi dan beberapa obat. Makanan tambahan dan pelunak tinja bisa membantu memperlancar buang air besar. Pemberian makanan harus benar-benar diperhatikan karena kekakuan otot bisa menyebabkan penderita mengalami kesulitan menelan sehingga bisa mengalami kekurangan gizi (malnutrisi)

Sel punca dewasa dapat digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson/Parkinson's disease (PD) contohnya adalah sel punca dewasa yang berasal dari sumsum tulang belakang dapat menggantikan sel-sel neuron (saraf) otak yang rusak akibat penyakit Parkinson

Sel punca dewasa adalah sel yang berasal dari jaringan dewasa dengan kemampuan memperbaharui diri dan berdiferensiasi menjadi sel yang sesuai dengan jaringan asalnya.  Walaupun pada umumnya sel punca dewasa hanya menghasilkan satu atau beberapa jenis sel yang berhubungan dengan jaringan asalnya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sel punca dewasa juga dapat dmanipulasi untuk menjadi berbagai macam sel lainnya.Definisi lain dari sel punca dewasa adalah sel yang terletak pada jaringan dewasa dan membelah secara otomatis atau karena respon terhadap sinyal regulasi, untuk memproduksi sel-sel yang berperan dalam homeostasis mahluk hidup
Sel punca dewasa dapat diambil dari berbagai sumber seperti:
1.   Otak mempunyai sel punca yang dapat diubah menjadi berbagai jenis sel darah seperti sel mieloid, sel limfoid, dan juga sel hematopoietik. 
2.   Sumsum tulang belakang merupakan sumber sel punca dewasa paling umum yang menghasilkan sel punca hematopoietik. Sel punca jenis ini telah digunakan secara ekstensif untuktransplantasi sumsum tulang belakang dalam pengobatan kanker darah seperti leukemia.  Selain itu juga dapat digunakan untuk memperbaiki otot jantung yang rusak dengan cara menginjeksi mereka ke daerah yang rusak untuk membentuk pembuluh baru dan meningkatkan kapasitas fungsional jantung. 
3.   Darah tepi atau darah yang mengalir pada pembuluh darah diketahui memiliki sel punca yang berperan dalam pembentukan sel darah(hematopoiesis).  Selain itu, sel punca dari darah manusia dapat berdiferensiasi menjadi sel hati, saluran pencernaan, dan kulit. 
4.   Pembuluh darah. 
5.   Saluran pencernaan memiliki sel punca tepatnya pada bagian epitel usus untuk mendukung pergantian terus-menerus dari sel-sel epitel usus. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah mengidentifikasi niche atau relung dari sel punca tersebut karena jawabannya akan memberi petunjuk mengapa beberapa pasien yang terinfeksi Helicbacter pylori dapat terkena tukak lambung sementara sebagian besar orang yang memiliki H. pylori pada lambungnya tidak terkena tukak lambung, kemungkinan sel punca berperan dalam hal tersebut.
6.   Kornea
7.   Hati
8.   Pankreas

3. Gegar Otak

     Gegar Otak adalah perubahan yang terjadi pada otak yang disebabkan oleh luka pada mental atau tingkat kesadaran yang terlibat kehilangan kesadaran, bisa terjadi tanpa kerusakan nyata pada struktur otak, dan bertahan kurang lebih dari 6 jam. Gegar otak bisa terjadi karena benturan yang di alami kepala, kecelakan lalu lintas merupakan penyebab tersering gegar otak. Penyebab lainnya ialah olahraga terutama olahraga yang mengutamakan kontak fisik.

Dalam istilah medis, benturan kepala disebut trauma capitis. Benturan yang keras bisa menyebabkan gegar otak. Dalam bahasa awam, gegar otak adalah bergeraknya jaringan otak dalam tengkorak. “Hanya bergerak saja,” ujarnya.
   Meski hanya bergerak, gegar otak bisa membuat cedera dalam otak seperti pendarahan dan pembengkakan dalam jaringan otak. “Tergantung berat-ringan cedera,” ujarnya.
Untuk memastikan, bisa dilihat dari gejalanya. Jika terjadi gegar otak, biasanya gejala yang muncul adalah pusing, kesadaran menurun, muntah berkali-kali, hingga pingsan. “Makanya jika terjadi gejala ini sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk memastikan gegar otak atau tidak. Pastikan juga derajat gegar otak yang dialami,” jelasnya.
Namun tidak semua gejala muncul saat benturan terjadi. Bisa saja gejala muncul beberapa waktu kemudian. Itu disebut lucid interval. Terkadang ada yang mengalami gejala setelah beberapa jam atau sehari kemudian. “Makanya kadang-kadang ada yang meninggal kemudian. Waktu jatuh tidak ada masalah. Rupanya terjadi pendarahan di otak,” ujarnya
Gegar otak bisa kita obati, pengobatan yang dapat kita lakukan antara lain ; pengobatan untuk post-gegar otak sindrom berdasarkan keparahan gejala. Istirahat dan observasi melekat sangat penting. Orang yang mengalami kesulitan emosional mungkin memerlukan psikoterapi. Gegar otak berulang dapat menanbah risiko penderita di masa mendatang menjadi dementia,penyakit Parkinson dan depresi. Penderita sebaiknya tidak kembali pada olahraga kontak fisik setelah gegar otak, samapai semua efek sakit sudah hilang dan evaluasi kedokteran sudah selesai.
 
Teknologi yang dapat membantu gegar otak:

Perkembangan ilmiah telah memungkinkan untuk memantau manusia otakaktivitas sel untuk melacak unsur-unsur di dalam otak kita. Ini membantu untuk memahami trik-trik visual yang tak terhitung jumlahnya otak manusia untuk setiap jenis kegiatan. Dengan bantuan penelitian proses pemindaian telah melakukan eksperimen di antara beberapa peserta untuk memahami fungsi Neuron di otak. Eksperimen ini telah mempengaruhi ilmuwan untuk datang dengan antarmuka mesin otak baru yang membantu mereka untuk memahami proses berpikir manusia.
Ada dua teknologi mesin eksperimental otak yang adalah sebagai berikut Jenis Mesin Teknologi Otak
1. Fisik Terapidigabungkan denganstimulasi otak dalamdan
2. Meskipun Terkendali Sistem KomputerTujuan dari sumber daya teknologi mesin otak adalah untuk menerjemahkan fungsi otak kita dengan menganalisis kemasan dan mengembangkan perangkat yang akan mencegah dari segala macam kerusakan dan mempertahankan fungsi normal bahkan dengan usia tumbuh. Ini juga akan membantu untuk mendapatkan kembali fungsi normal otak bahkan setelah apapun cedera atau penyakit otak seperti kehilangan memori, stroke dll
Calon Teknologi Masa Depan Otak Mesin
1. Ini akan membantu untuk memberikan umpan balik real time aktivitas otak yang berbeda dengan proses pengembangan
2. Ini akan datang dengan pilihan Terapi lebih untuk Cedera Otak
3. Ini akan membantu dalam pemulihan mudah dari stroke dan merangsang otak untuk memulihkan aktivitas fisik untuk mengatasi kelumpuhan
4. Ini juga akan menjadi mampu untuk mengatasi cacat dari keterbatasan komunikasi
5. Ini akan membantu untuk mempertahankan penglihatan normal dengan perangkat teknologi sederhana sehingga otak menerima sinyal dari mata mudah.
Dengan teknologi maju neuroscience akan segera menjadi mungkin untuk memperkaya keunggulan individu dengan kinerja otak yang lebih baik. Pemahaman menyeluruh dari otak dan unsur-unsur yang berbeda akan membantu ilmuwan untuk menemukan terapi yang lebih baik, teknologi dan perawatan medis untuk pemulihan otak yang lebih baik dan operasi


   4. Penyakit Neuritis Optik

Neuritis optik Adalah suatu peradangan yang mengenai saraf mata, umumnya disebabkan oleh kerusakan selaput pembungkus saraf. Proses ini merupakan suatu proses autoimun (proses dimana daya tahan tubuh menyerang bagian tubuh sendiri karena bagian tubuh tersebut dianggap sebagai benda asing).
Sebagian kecil peradangan saraf mata dapat disebabkan oleh penyakit mata lain atau penyakit dari bagian tubuh lainnya.                                                                                 

Optik neuropatimengacu pada saraf optikkelainan atau kerusakan yang disebabkan oleh aliran darah tersumbat atau paparan racun. Kondisi lain mata kurang serius neuritis optik, yang merupakan peradangan pada saraf optik.
Orang dengan neuritis optik mungkin memiliki gejala seperti Penglihatan kaburvisi terdistor, penurunan penglihatan warna, bintik-bintik buta dan potensi kehilangan penglihata Perubahan mendasar yang disebabkan oleh neuritis optik dapat menjadi penampilan murid normal. Pupil melakukan normal bahwa hal itu akan melebarkan bukan konstriksi dalam kehadiran cahaya terang. Dan saraf optik mungkin tampak normal atau bengkak.
pemeriksaan mata dapat mendeteksi tanda-tanda neuritis optik, termasuk pengukuran TIO dan pelebaran pupil untuk struktur mata yang lebih baik interior melihat. Neuritis optikdisebabkan oleh kehilangan dan kerusakan saraf penutup pelindung yang mengelilingi saraf. Akibatnya, neuritis optik biasanya terjadi pada orang dengan multiple sclerosis (MS), yang disebabkan oleh serangan sistem kekebalan tubuh terhadap mereka penutup saraf optik. Terkait kerusakan saraf di MS juga dapat menyebabkan hilangnya mobilitas dan fungsi sensorik. Masih ada penyebab lain neuritis optik dan neuropati, seperti infeksi tertentu, herpes okular, sinusitis, gangguan neurologis, defisiensi nutrisi dan racun termasuk alkohol dan tembakau.
Pengobatan Neuritis Optik dengan pemberian obat anti peradangan yang dimasukkan lewat selang infus (steroid intravena) selama 3 hari. Hal ini menyebabkan penderita harus dirawat selama 3 hari di rumah sakit.Apabila gejala-gejala tersebut terjadi kurang dari 8 hari, maka dengan pemberian obat anti peradangan tersebut akan memberikan hasil yang maksimal. Penglihatan pada sebagian besar penderita akan kembali seperti sebelum sakit dalam waktu 3 hari pemberian obat tersebut. pengobatan sterois meliputi intravena (IV)steroi.Steroidoral dan plasebo. Namun, perawatan yang paling banyak digunakan adalah biasanya tiga hari steroid IV, diikuti oleh 11 hari steroid oral, menurut hasil dari serangkaian studi tengara dikenal sebagai Ujian Pengobatan neuritis optik (ONTT). ONTT telah mengungkapkan bahwa steroid tidak dapat mempengaruhi hasil visual yang akhir pada pasien neuritis. Namun demikian, kombinasi steroid IV dan steroid oral dapat mengurangi kekambuhan baik neuritis optik dan risiko pengembangan MS. Pengobatan plasebo terpisah jauh kurang efektif




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar